Samsung Electronics memperkirakan laba operasi kuartal III 2026 mencapai 107,4 triliun won, atau sekitar US$80 miliar. Angka ini diumumkan dalam laporan pendahuluan pada Kamis, 8 Oktober 2026, dan menjadi pertama kalinya laba operasi kuartalan perusahaan melewati 100 triliun won. Pendapatan diperkirakan sekitar 195 triliun won.
Angka-angka utama
Dibanding periode yang sama tahun lalu, laba operasi naik sekitar 782 persen, sementara pendapatan naik sekitar 127 persen. Dibanding kuartal II, laba naik 20,1 persen dan pendapatan naik 14 persen. Pada kuartal II, Samsung mencatat rekor sebelumnya, yaitu pendapatan sekitar 171 triliun won dan laba operasi sekitar 89 triliun won. Dengan hasil terbaru ini, Samsung mencatat rekor laba operasi kuartalan empat kali berturut-turut.
Laba tersebut sedikit di atas perkiraan konsensus analis yang dihimpun LSEG, yaitu 106,1 triliun won. Marjin operasi disebut mencapai sekitar 55,1 persen, naik dari 52,2 persen pada kuartal sebelumnya.
Pendorongnya: memori untuk AI
Lonjakan ini ditopang permintaan chip memori untuk infrastruktur AI dan harga memori yang melonjak. Menurut kutipan Reuters di Quartz, Samsung dan Micron sama-sama memperkirakan kesenjangan antara pasokan dan permintaan memori akan berlanjut hingga 2028.
Laporan pendahuluan tidak merinci kinerja per divisi. Sejumlah analis memperkirakan sebagian besar laba berasal dari divisi semikonduktor (DS) dan afiliasi Samsung Display. Citigroup Global Markets memperkirakan divisi DS menyumbang sekitar 107 triliun won. Sebaliknya, divisi perangkat konsumen (DX) yang mencakup ponsel dan peralatan rumah tangga diperkirakan merugi sekitar 2 triliun won, tertekan harga komponen memori yang lebih mahal dan penguatan won. Angka divisi ini adalah estimasi pihak ketiga, bukan dari Samsung.
Posisi di antara perusahaan global
Menurut Seoul Economic Daily, Samsung menjadi perusahaan teknologi pertama yang mencetak laba operasi kuartalan di atas 100 triliun won, melampaui rekor laba kuartalan Nvidia. Harian itu juga mencatat satu-satunya perusahaan lain yang pernah mencapai level tersebut adalah perusahaan minyak Saudi Aramco, yang membukukan sekitar 116 triliun won pada kuartal II 2022.
Yang perlu dicermati
Angka ini bersifat pendahuluan dan konsolidasian. Samsung dijadwalkan merilis rincian hasil per divisi pada 29 Oktober 2026. Pasar memperkirakan laba kuartal IV tetap di atas 100 triliun won, dengan beberapa proyeksi hingga 121 triliun won.
Bagi konsumen, sisi lain dari harga memori yang tinggi adalah biaya perangkat. Cult of Mac mengaitkan kenaikan harga iPhone 18 Pro di Amerika Serikat dengan lonjakan harga DRAM dan NAND. Hasil Samsung memperlihatkan bahwa kenaikan itu menguntungkan produsen memori, tetapi menekan margin produsen perangkat, termasuk divisi ponsel Samsung sendiri.
Sumber: CNBC, SiliconANGLE, Quartz, Seoul Economic Daily, Reuters (melalui KSL dan MacDailyNews), Cult of Mac.
