Asap Karhutla Masih Selimuti Madina, Sekolah Tatap Muka Diperpanjang Liburnya

Redaksi 2
Redaksi 2
penulis 2
Sabtu, 17 Okt 2026, 20.00 WIB
Asap Karhutla Masih Selimuti Madina, Sekolah Tatap Muka Diperpanjang Liburnya

Kabut asap tebal menyelimuti permukiman warga di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, hingga Sabtu (17/10/2026) masih diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum sepenuhnya padam. Kondisi ini memaksa Pemerintah Kabupaten Madina memperpanjang kebijakan libur sekolah tatap muka untuk melindungi kesehatan para siswa.

Kualitas Udara Memburuk, Aktivitas Warga Terganggu

Kabut asap yang menyelimuti wilayah Madina telah berlangsung selama lebih dari satu pekan. Kualitas udara di sejumlah kecamatan dilaporkan berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, memaksa warga membatasi aktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Karhutla Picu Lonjakan ISPA di 7 Provinsi, Lebih dari 62 Ribu Balita Jadi Korbann

"Kami sangat khawatir dengan kondisi anak-anak. Banyak yang sudah mengeluh sesak napas dan iritasi mata. Perpanjangan libur sekolah adalah langkah yang tepat," ungkap salah seorang warga di Kecamatan Panyabungan.

Puskesmas dan fasilitas kesehatan di beberapa kecamatan mencatat lonjakan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.

Pemkab Madina Ambil Langkah Darurat

Pemerintah Kabupaten Madina menegaskan bahwa perpanjangan libur sekolah tatap muka merupakan bagian dari langkah darurat penanganan dampak asap. Beberapa kebijakan yang diambil antara lain:

  • Perpanjangan libur sekolah tatap muka hingga kondisi udara membaik, dengan pembelajaran dialihkan secara daring
  • Distribusi masker gratis kepada warga di wilayah terdampak terparah
  • Penambahan pos kesehatan darurat untuk menangani lonjakan pasien ISPA
  • Koordinasi dengan BPBD Sumut dan TNI/Polri untuk percepatan pemadaman titik api

Dinas Pendidikan Kabupaten Madina meminta seluruh kepala sekolah menyiapkan mekanisme pembelajaran jarak jauh agar proses belajar-mengajar tidak terhenti total.

Keracunan MBG di Sumut Tambah Beban Persoalan Anak

Di tengah persoalan asap, Sumatera Utara juga tengah menyoroti insiden keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membuat sejumlah anak sakit. Kasus ini menambah daftar panjang persoalan perlindungan anak di daerah dan memicu desakan agar pemerintah daerah memperketat pengawasan kualitas pangan dalam program-program publik.

Warga Berharap Penanganan Cepat

Sejumlah tokoh masyarakat Madina mendesak agar pemerintah pusat dan provinsi turun tangan lebih aktif dalam pemadaman karhutla. Mereka menilai kapasitas daerah tidak memadai untuk menangani kebakaran berskala luas.

"Kami butuh bantuan helikopter water bombing dan personel tambahan. Asap ini sudah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga," ujar salah satu anggota DPRD Madina.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Sumatera Utara menyatakan upaya pemadaman terus dilakukan meskipun terkendala angin kencang dan lahan gambut yang sulit dijangkau. Warga diminta tetap waspada dan mengurangi aktivitas luar ruangan hingga kondisi membaik.


Sumber: Start News, Kompasiana, Metropolitan Post, BPBD Sumatera Utara.

Tentang Penulis
Redaksi 2

Redaksi 2

penulis 2

Bagian dari tim editorial Naratif Media yang berdedikasi menyajikan berita teknologi, sains, dan kabar daerah yang akurat dan berbobot.