adafaktanews - Pemerintah Kota Baubau menargetkan pengakuan internasional atas Benteng Keraton Buton sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO bertepatan dengan momentum peringatan hari jadi kota yang ke-485 pada Sabtu (17/10/2026). Dalam pidato amanat upacara tersebut, Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim menegaskan bahwa pengajuan benteng terluas di dunia ini bukan semata-mata untuk mendongkrak potensi pariwisata, melainkan menjaga identitas historis serta martabat budaya masyarakat Sulawesi Tenggara. Guna memenuhi standar ketat UNESCO, pemerintah kota kini memperkuat kolaborasi bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta instansi terkait dalam menyusun dokumen nominasi resmi.
Sejalan dengan pelestarian cagar budaya, pembenahan layanan publik juga diarahkan pada perluasan akses teknologi dan percepatan transformasi digital hingga ke kawasan pelosok. Pemkot Baubau mencanangkan pembangunan titik WiFi publik gratis di kelurahan yang belum memiliki koneksi memadai, mengintegrasikan sistem administrasi kependudukan secara digital guna memangkas rantai birokrasi, dan menggelar program literasi digital bagi pelaku UMKM. Seluruh rangkaian inovasi teknologi ini dirancang untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia ke kategori tinggi dengan fokus perbaikan mutu pada dua sektor vital, yakni pendidikan dan fasilitas kesehatan masyarakat.
Di sisi ekonomi dan tata kelola, iklim penanaman modal menunjukkan tren positif dengan torehan realisasi investasi yang berhasil menyentuh angka Rp 139 miliar. Pemerintah daerah bertekad mengalirkan modal tersebut ke sektor-sektor produktif penyerap tenaga kerja lokal, terutama sektor perikanan, pariwisata, dan perdagangan, yang terus dipermudah melalui simplifikasi perizinan berbasis Online Single Submission. Yusran mengingatkan bahwa akselerasi pembangunan fisik dan ekonomi ini wajib dibarengi dengan integritas tinggi aparatur serta kepatuhan pada etika birokrasi, sehingga momentum HUT ke-485 mampu mewujudkan Baubau sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.
Sumber: Baubau Post, Kompasiana.com
Baca juga: Kenya Konfirmasi Empat Kasus Baru Ebola, Tiga di Antaranya Petugas Kesehatan
